![]() |
| My tweet with mba Ollie :) |
Sudah sejak lama saya
ingin menulis tentang hal yang satu ini, tapi dikarenakan beberapa halangan
saya baru sempat melanjutkan tulisan ini yang sudah saya tunda selama satu
bulan lebih. Tulisan ini adalah gagasan saya dalam meracik sebuah pengalaman menjadi
tulisan yang harapannya akan membuat mindset para wanita terbuka tentang produktifitas
perempuan di zaman ini – termasuk saya-. Tepatnya saya
ingin berbagi kepada banyak orang tentang inspirasi dan spirit yang saya dapat
dari orang-orang yang menurut saya sangat inspiratif dan mereka sangat pantas
untuk dijadikan sebagai role model bagi kita melihat dari semangat dan kiprah
mereka dalam bidang tertentu dan menjadi yang ahli dalam bidangnya tersebut.
Pada
tanggal 27 November 2013 bertempat di Ciputra Gepi Incubator Tower Jakarta saya
menghadiri sebuah acara launching buku mbak Aulia “Ollie” Halimatussadiah. Tepatnya acara tersebut dilaksanakan malam hari. Saya mengajak kedua temanku pada saat itu. Alhamdulillah akhirnya saya merasa tenang karena dapet temen pulang bareng :) Acaranya sangat menyenangkan dan hangat, karena dalam acara ini hanya dihadiri oleh sekitar 20 sampai 25 orang. Hal yang membuat saya takjub adalah lingkungan yang saya masuki saat itu lingkungan orang-orang yang selalu mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Mbak Ollie bercerita bahwa mentor beliau pernah bilang bahwa untuk menguasa dunia di era ini setidaknya kita membutuhkan dua hal kemampuan dalam memanfaatkan teknologi dan mahir dalam bahasa apapun.
Kembali lagi ke topik semula bahwa mbak Ollie ini menulis sebuah buku yang berjudul “Girl and Tech”. Buku ini sangat inspratif sekali sama seperti
orang yang menulisnya, dalam buku itu mba Ollie bercerita semua tentang wanita,
terlepas dari judul bukunya yakni girl and tech yang membahas tentang seluk
beluk bagaimana ia bisa terjun dalam bidang teknologi dan bagaimana cara beliau
memanfaatkan teknologi, beliau juga melampirkan kisah wanita hebat yang berkecimpung
di bidang teknologi . Jujur saya sangat takjub mendengar langsung kisah mereka
dan sepak terjang mereka di bidang tesebut hingga mereka bisa mencapai posisi
sekarang ini.
Memang
betul perkataan “di dunia ini kita tidak
di tuntut untuk melakukan segalanya tapi untuk melakukan sesuatu” dan
mereka membuktikannya menjadi seorang yang ahli dalam teknologi dan menjadi
yang nomor satu pada bidang itu. Disana saya mendapatkan banyak sekali hal-hal baru
yang belum saya ketahui dan saya sangat beruntung sekali karena mendapat
kesempatan bertemu dengan orang-orang hebat yang dapat menularkan spirit
produktif untuk orang yang berada di sekitar mereka khususnya –perempuan- untuk
melek teknologi dan lebih mampu memanfaatkannya untuk hal-hal yang berkualitas.
Jadi
pada intinya dengan perkembangan teknologi saat ini, kita dituntut untuk mampu
memanfaatkan pengetahuan tentang penggunaan teknologi untuk lebih produktif misalnya
untuk pemanfaatan dalam bisnis, atau aktualisasi menulis. Walaupun saya tau
bahwa saya bukanlah orang yang sangat mahir dan melek teknologi, tapi saat itu saya
memberanikan diri untuk datang ke acara tersebut, karena yang saya tau terlepas
dari kemampuan dan pengetahuan saya dalam hal teknologi setidaknya saya bertemu dengan seorang wanita hebat yang sangat inspiratif yakni mbak Ollie.
Alhamdulillah 1 dari 100 mimpi yang aku tulis terwujud untuk sharing dan berkenalan
langsung dengan beliau. yeeaay Let’s complete another dream. Fighting J

mau dong diajakin kalau ada acara2 seru lagi :D
BalasHapusInspiring
BalasHapustapi ada yang bikin saya peasaran. Di pertengahan paragraf penggunaan kata "saya" tiba tiba berganti menjadi "aku" kemudian beganti lagi menjadi kata "saya"
kak aisha : iya kakak sayang insya Allah nanti aku ajak yaa :)
BalasHapusilo : hhe masih belajar, saling koreksi tulisannya ya. Semoga semakin meningkatkan kualitas menulis kita aamiin ,, makasih :)