Minggu, 15 Maret 2015

Anugerah Pagi


 Biarkan aku bercerita tentang dirinya bukan diriku. Mulai saat ini biarkan aku tidak menyebutkan kata aku dalam barisan kalimat. Aku akan mulai menulis dengan menyebutkan namanya entah dia atau pun beliau. Aku mulai ragu ketika kata aku sudah menjadi awal pembuka dari setiap rangkaian kalimat yang tersusun seolah-olah makna yang tersirat menjelaskan siapa aku. Sekarang giliran aku untuk meneritakan siapa kalian. Menjelaskan siapa diri kalian, menceritakan tentang apa yang benar-benar terjadi sebenarnya dalam kacamata milik aku. Biarkan saja, saatnya aku menguji rasa empati dan sensitifitasku dalam melihat suatu permasalahan atau bahkan suatu anugerah tuhan yang terkadang tidak disadari oleh banyak pihak. Ini tentang aku yang ingin menceritakan tentang kalian, mendefinisikan kebahagiaan yang ada dalam benak kalian. Mendefinisikan rasa syukur yang dimiliki oleh berbagai macam manusia karena memang Tuhan menawarkan kondisi yang berbeda kepada kita. Namun tetap beri aku kesempatan untuk bisa menceritakan diriku,karena aku pun ingin memberikan makna dan pelajaran pada sesama. Karena kalian tahu I’ve got a lot of miracle of my life. Butiran keajaiban yang aku dapatkan memang tak pernah aku duga sebelumnya. Aku juga ingin kalian merasakan dan menyadari bahwa keajaiban yang tuhan berikan kepada kita sangatlah luar biasa, sangatlah banyak, dan sangatlah mengejutkan. Namun hanya orang tertentu yang bisa merasakan. Karena hanya dengan melihat dengan kacamata yang jernih kita bisa melihat semua ini dengan jelas. Karena kalian tahu bertemunya kalian dengan pagi adalah anugerah yang luar biasa karena tuhan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk melakukan sesuatu. Pagi tidak menjamin kelancaran hari dan kemudahan urusan. Namun pagi adalah anugerah berupa waktu yang memberikan tanda untuk memulai segala kebaikan, Jangan lewatkan pagi ini ayo bergerak!!! 
Wallahu a'lam bishawab....

1 komentar: