Minggu, 08 Desember 2013

Intepretasi Lagu Bondan Prakoso "I WILL SURVIVE"


"I was Born to Survive"

Lirik lagunya yang tidak di ketik tebal (bold)

Aku melihat debu yang tertiup angin dengan kepasrahannya akan berlabuh di sebuah tempat yang penuh kedamaian. Aku pun melihat daun jatuh berguguran tanpa menyalahi takdir yang ia terima bahwa ia sadar ketika ia gugur berjatuhan maka akan tumbuh kembali daun baru yang jauh lebih kuat dan subur untuk melanjutkan perjuangan. Sama halnya dengan aku yang sedang melakukan perjalanan panjang dengan harapan akan menemukan hakikat hidup dengan cara bertahan.


Hari ini, Aku disini
Berjuang untuk bertahan
Padamkan luka dan beban yang ada
Yang telah membakar seluruh jiwa
Ku coba resapi, Ku coba selami
Segalan yang telah terjadi
Kuambil hikmah-Nya
Rasakan nikmat-Nya
Dan kucoba untuk hadapi


Tidak semua mampu bertahan melangkah dijalan ini. Karena manisnya kemenangan kita sendiri yang tentukan, tak ada jalan pintas untuk menuju kesana. Sebagian kita memilih untuk menjadi penonton dalam kemenangan orang lain dan berharap keajaban terjadi dalam hidupnya, mereka tidak mengerti bahwa hakikat kemenangan harus diiringi dengan kerja keras dan daya tahan dalam melewati semua tantangan. Mereka mati rasa sehingga mereka tak mengetahui bahwa manisnya kemenangan terkadang hanya bisa kita rasakan dalam waktu yang sangat singkat, sisanya adalah perjuangan,kerja keras, air mata, dan kepasrahan.


I will survive, I will revive
I won't surrounder, And stay alive
Kau berikan kekuatan
Untuk lewati semua ini


Aku sadar bahwa terkadang musuh menjelma menjadi buih yang tampaknya lemah dan tak berwujud. Tapi ia mampu menghalangi pandanganku, dan membawaku terperosok pada fatamorgana yang melenakkan dan membuatku sulit untuk kembali ke jalanku. Mereka berhasil melumpuhkan ragaku. Tapi mereka lupa bahwa ternyata dalam ragaku masih ada hati yang utuh yakni semangat bertahanku. Ketamakan mereka dalam mengambil kesempatan yang menjadi hak semua orang tak aku hiraukan karena aku yakin bahwa yang bertahan lebih lama maka dialah pemenang sesunggunya.


Hari ini, Kan ku pastikan
Aku masih ada disini
Mencoba lepaskan
Coba bebaskan
Segala rasa perih dihati
Coba resapi, Coba hayati
Segala yang telah terjadi
Ku ambil hikmah-Nya
Rasakan nikmat-Nya
Dan kucoba untuk hadapi
I will survive I will revive
I won't surrender, And stay alive
Kau berikan kekuatan
Untuk lewati semua ini


Aku tak peduli seberapa banyak goresan di hati, walau dalam luka ini aku menjerit. Aku beruntung bahwa nadiku masih berbisik bertahanlah, hatiku pun berbisik bertahanlah, dan suaraku mengizinkanku untuk tetap bisa bersyukur dan berterimakasih bahwa….


Engkau selalu ada
Saat jiwaku rapuh
Di kala ku jatuh
And I want You to know
There's always fine to alive
I won't give up, I won't giving
I stay alive for you
For You... For You...


Izinkan aku menunjukkan caraku bertahan dan mendapatkan kekuatan dalam mengadapi rintangan dengan sebuah lantunan….


I will survive, I will revive
I wont't surrender, And stay alive
I will survive, I will revive
Getting Strongger, stay alive
Kau berikan aku kekuatan
Untuk lewati semua ini
I will survive, I will revive
Getting Bigger, Bigger than live
Kau yang Esa, yang Perkasa
Give me wisdom, to survive

By:Adita Dyah Asokawati
@dyaa_adita


Bogor, 8 Desember 2013

Jumat, 29 November 2013

Filosofi BERNAFAS


Dalam catatan kali ini mari kita berbincang tentang filosofi nafas. Sebelum terlalu jauh untuk berbicara tentang filosofi nafas sebelumnya saya ingin berbagi makna filosofi itu sendiri menurut beberapa informasi yang saya dapatkan. Nah, yang pertama adalah pilihan jawaban terbanyak dari yahoo answer memilih makna dari filosofi adalah suatu pandangan,tolak ukur,dan pegangan hidup. Dalam sumber lain yang saya baca bahwa filosofi sebenarnya diambil dari bahasa belanda, dan dalam bahasa indonesia dikenal dengan filsafat. Dalam artian yang sempit kata “filosofi” merupakan pola berfikir manusia, prinsip hidup, ataupun cara berfikir manusia yang timbul karena peristiwa fenomena-fenomena kehidupan yang telah mereka alami.
Dalam sumber tersebut juga menceritakan bahwa betapa pentingnya “filosofi” bagi kehidupan agar setidaknya seseorang mempunyai sebuah pegangan hidup yang positif. Bagi sebagian orang, filosofi digunakan sebagai panutan hidup ataupun prinsip.
Mungkin pemaparan diatas hanya bagian kecil dari makna filosofi itu sendiri. Setidaknya kalian sudah bisa membayangkan dan memahani apa itu filosofi.
Ok let’s start to make your own philosophy :)
Apa yang ada di benak kalian ketika kalian mendengar kata “nafas”. Mungkin ada yang berfikir bahwa nafas adalah tanda seseorang masih hidup, yup betul banget. Mungkin ada lagi yang berpendapat bahwa ketika mendengar kata nafas yang terlintas di benaknya adalah tabung oxygen (oke bisa jadi) , dan banyak lagi hal-hal unik yang terlintas dalam benak masing-masing orang.
Sekarang saya akan meneritakan tentang apa yang terlintas dalam benak saya ketika mendengar kata nafas, hal yang pertama terlintas dalam benak saya adalah “kesempatan”. Mengapa kesempatan yang terlintas dalam benak saya? Sejarahnya pada suatu hari saya bersama keluarga besar pergi ke daerah dengan iklim yang sangat sejuk pada saat lebaran 2013 lalu. Saya termasuk orang yang senang menikmati alam dengan cara memejamkan mata. Ketika saya menghirup udara yang sangat sejuk di daerah yang sangat menawarkan ketenangan pada setiap pengunjungnya sangat mendukung sekali. Hirupan udara segar yang saya lakukan awalnya mengingatkan saya untuk tak hentinya bersyukur betapa Allah SWT sudah memberikan nikmat yang sangat besar kepada setiap hambanya. Hirupan udara selanjutnya membawa saya pada pikiran bahwa saya masih hidup | saya masih bisa beraktifitas seperti biasanya. Hirupan udara yang berikutnya membawaku pikiranku mengingat keluarga terdekat,rekan terdekat, dan orang-orang yang saya kenal yang sudah meninggal dunia. Pada akhirnya pikiran saya bermuara pada simpulan yang tepat yakni kesempatan. Mulai dari hari itu saya berpikir untuk tidak menyianyiakan hidup karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada diri kita selanjutnya dan kita pun tidak memiliki pengetahuan tentang berapakah jatah usia kita yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.
Mulai dari hari itu saya merencanakan banyak hal untuk melakukan percepatan dalam hal apapun. Saya yakin kalian pun akan melakuakn hal yang sama seperti halnya saya. Karena saya yakin bahwa banyak sekali hal yang harus saya dan kalian  lakukan, banyak amanah yang harus saya dan kalian jalankan, banyak air mata yang harus saya dan kalian  hapuskan, intinya banyak yang harus saya dan kalian bahagiakan terutama orangtua kita masing-masing “because sometime We are so BUSY growing up and We often FORGET they are also growing OLD dan sedangkan pengetahuan kita tentang kesempatan yang diberikan Allah SWT pun tidak ada. Maka dari itu hal terbaik yang bisa saya dan kalian lakukan sekarang adalah melakukan yang terbaik dalam hal apapun.
Intinya ketika kita masih bisa bernafas berarti kita masih memiliki kesempatan untuk melakukan apapun, terlepas apapun yang dilakukannya itu bermanfaat maupun tidak hal tersebut kita yang memutuskan. So make your best decision.
Orang yang cerdas yakni orang yang mampu memanfaatkan momentum ketika memiliki “kesempatan” untuk membawa dan mempersiapkan bekal terbaik yang akan dibawanya ketika meninggal dunia. Karena bekal yang dibutuhkan adalah bekal berupa amalan shalih dan amalan yang baik.
Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma mengabarkan, “Aku sedang duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala datang seorang lelaki dari kalangan Anshar. Ia mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata,

‘Ya Rasulullah, mukmin manakah yang paling utama?’
Beliau menjawab, ‘Yang paling baik akhlaknya di antara mereka.’
 ‘Mukmin manakah yang paling cerdas?’, tanya lelaki itu lagi. Beliau menjawab:
Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 1384)

 Pada akhirnya hanya kepada Allah SWT segalanya kembali, saya akhiri catatan ini dengan formula paling efektif karya Aa Gym 3M: Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal kecil, dan Mulai sekarang juga.
Let’s make your own philosophy and make your time usefull, make your life better. Is not mean that I will not do anything. I share to you and we can practice together. We both learn together, we both struggle together. and finally we can make smile in every sadness. Insya Allah 

Kamis, 28 November 2013

CINTA BERBUAH SURGA

Bismillahirrahmannirrahim...


Sebelumnya afwan tujuan saya menulis catatan ini bukan karena saya ingin dipuji sebagai seorang ahli dalam mengelola hati ataupun pandai dalam menjaga diri.
Disini kita sama-sama saling memperingati karena kita adalah saudara sejati... Saya tak ingin merasakan manisnya cinta sendirii,,, Mari baca catatan ini dengan membuka hati, agar manisnya cinta dapat kalian nikmati.



"Tuhan Bila Ku Jatuh Hati
Bawalah Aku Terbang Tinggi
Hingga Syaitan Tak Sanggup Hinggap" - Salim A Fillah


Kata mutiara yang indah memang akan lahir dari lisan seseorang yang berhati jernih. Mungkin sampai saat ini kita pernah berpikir untuk memperindah lantunan kata dalam setiap bait do'a yang kita panjatkan kepada Allah SWT.
Tapi tak apa, apapun redaksi do'a yang kita panjatkan kepada Allah SWT, insya Allah akan disambut dengan kebaikan oleh Allah SWT, karena Allah SWT tak akan pernah membiarkan hambanya meronta-ronta tanpa memberikan belasan kasih sayang-Nya.

 Sama seperti hal yang satu ini, bait do'a yang ditulis oleh seorang penulis hebat Salim A Fillah, mampu membuat hati saya merinding, mengapa? Karena saya pun tak pernah berpikir untuk menyusun bait-bait do'a seindah itu.
Do'a yang mampu membuat setiap orang yang membaca ataupun yang mendengarnya memuji... "Alangkah indahnya bait-bait do'a itu"

 Do'a diatas mungkin pas untuk dipanjatkan untuk para insan yang sedang merasakan fitrahnya sebagai seorang manusia. Sesuatu yang wajar ketika seseorang mengagumi makhluk Allah lainnya mungkin karena keshalihannya, ataupun kecerdasannya, bahkan karena mulia akhlak seseorang.
Kita memang tak bisa memungkiri semua itu, karena itu adalah fitrah.
Nah... Bagaimana agar kita megelola fitrah itu agar membuahkan pahala, agar cinta itu membuahkan surga?

Disini saya akan memberikan beberapa tips manajemen hati bagi para insan yang masih menghadapi masa-masa pra-menikah.
Intinya jika kita fokus pada dua hal ini Insya Allah akan memberikan manfaat yang luas melebihi apa-apa yang tidak pernah kita duga.
Pertama tetap fokus terhadap cita-cita dan target yang sudah di tetapkan,
dan kedua senantiasa memantaskan diri agar menjadi insan yang layak untuk diperjuangkan.

 Formula: (usaha + fokus pada cita" + taat kepada Allah ) X (memantaskan diri + melayakkan diri + upgrade our quality ) = INSYA ALLAH CINTA BERBUAH SURGA BERSAMA INSAN YANG DICINTAI OLEH ALLAH, RUMAH TANGGA DALAM RAHMAT ALLAH, DAN MAHLIGAI DALAM PERLINDUNGAN ALLAH.

Setelah itu dilakukan kemudian hal terpenting yang harus dilakukan adalah berserah diri kepada Allah SWT dan berhusnudzan kepada Allah karena formula diatas hanya sebagian kecil dari usaha kita-sebagai manusia- untuk senantiasa mendapatkan yang terbaik. "Di atas langit ada langit" sisanya setelah kita berikhtiar dan berdo'a kepada Allah kita tinggal berpasrah atas apapun takdir yang di kehendaki-Nya. Karena Allah SWT adalah yang paling mengerti dan mengetahui apa yang kita butuhkan.

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui". (QS. Al-Baqarah:216)

Kenikmatan yang didapat oleh para ahli puasa yang bisa menahan cintanya untuk seseorang yang telah Allah pilihkan untuknya, tentunya pilihan yang terbaik yang pernah ada.

"Alangkah seringnya mentergesai kenikmatan tanpa ikatan, membuat detik-detik di depan terasa hambar.
Belajar dari ahli puasa, ada dua kebahagiaan baginya.
Saat berbuka dan saat Allah menyapa lembut memberikan pahala.
Inilah puasa panjang syahwatku.
Kekuatan ada pada menahan, dan rasa nikmat itu terasa, di waktu buka yang penuh kejutan.
Coba saja kalau Allah yang menghalalkan setetes cicipan surga kan menjadi shadaqah berpahala."(NPSP)

Banyak kejutan yang akan Allah berikan kepada para insan yang mampu mengelola cintanya dengan baik...
Intinya tetaplah fokus pada cita-cita dan target , mengikuti kegiatan positif ,produktif dalam menggunakan waktu , dan berlomba-lomba dalam kebaikan untuk memantaskan diri dan melayakkan diri.
Jangan takut Kita disni bersama-sama berjuang, melangkah beriringan, maka ketika kalian merasa sendiri ingatlah bahwa disamping kalian ada aku dan ada kalian semua yang akan saling merangkul dan mengulurkan tangan dengan senyuman yang ikhlas.

Akhirnya hanya kepada Allah lah semuanya kembali,
Kita akhiri catatan ini dengan sebuah bait do'a yang indah:
Ya Allah jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seorang insan yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.
Amin


Catatan: Afwan saya bukan seorang yang ahli pada hal-hal tentang perbaikan diri, hanya sedikit berbagi sedikit hal yang aku ketahui.
ayo melangkah beriringan untuk memantaskan diri...




-Adita,12 november 2012

Minggu, 24 November 2013

Langit di Sore ini (19,20,21 november 2013)


Tidak terasa sudah berjalan tiga hari langit kota Bogor –tepatnya- Sentul tempatku tinggal saat ini untuk menimba ilmu langitnya begitu indah. Langit seperti ini yang aku suka. Entah ada atau tidak orang selain aku yang senang memandang langit untuk mengingat kenangan-kenangan masa kecil yang pernah ia ukir dibawah langit yang cerah seperti sore ini.
Melihat langit di sore ini (Sentul) aku teringat akan masa kecilku ketika tumbuh di sebuah kota kecil yang indah. Dan satu hal yang masih aku ingat hingga saat ini. Pada saat itu aku sedang bermain bersama teman-teman di sore hari, di usiaku yang masih 10 tahun aku berbicara dalam hatiku dan berjanji pada diriku sendiri untuk mengingat hari itu walaupun aku sudah dewasa nanti, aku berjanji untuk mengingat hari dimana langit begitu cerah sekali. Dalam lamunanku sambil melihat langit –sepuluh tahun lalu- aku berfikir dan bertanya kepada diri sendiri, “akan jadi apa aku pada saat dewasa nanti?” Peristiwa apa yang akan aku alami dalam hidup?”
Ternyata di usiaku yang saat ini 20 tahun aku menyadari bahwa semua pertanyaan yang terlintas didalam benakku di usia 10 tahun kemarin sudah terjawab bahwa hidupku memiliki banyak sekali hal-hal yang tak terduga dan banyak sekali kejutan yang aku rasakan dalam hidup.
Langit di sore ini membuatku ingin mengulangi apa yang pernah aku lakukan dulu. Pertanyaan itu muncul kembali akan jadi apa nanti aku setelah melewati fase usia 20 tahun ini, prestasi apa yang akan aku ukir setelah ini?”Kejutan apa lagi yang akan aku dapatkan dalam kehidupan nanti?”siapakah yang akan menemaniku ketika bertumbuh tua nanti?”
Aku menunggu waktu yang akan datang dimana akan mendapatkan semua jawaban dari semua pertanyaan yang terlintas dalam benakku hari ini di usiaku yang pada saat ini sudah 20 tahun. Semoga jawaban dari semua pertanyaanku hari ini bisa terjawab dengan mendapatkan jawaban terbaik. Ketika aku dewasa nanti, setelah aku menggapai entah itu semua ataukah sebagian dari harapan dan cita-citaku selama ini, aku berharap Allah SWT memberikan aku kesempatan untuk dapat melihat langit yang indah sama persis seperti langit biru yang sore ini aku lihat dan sama seperti langit biru yang cerah yang aku lihat 10 tahun lalu.Aamiin






Sabtu, 26 Oktober 2013

Indahnya Cinta dalam Ikatan Suci

Do.. re.. mi.. fa.. sol.. la.. si.. do…
Hati ini melantunkan nada-nada cinta
Indah ketika hati ini bersenandung
Menggelitik hati wanita yang sedang mencinta

Apakah semua ini akan terlarut dalam sebuah lantunan?
Apakah cinta ini hanya akan berakhir dalam dentuman nada?
Tidak, cinta ini berlabuh di Surga
Cinta ini hadir, karena kecintaan hamba pada-Mu ya Rabb

Jangan biarkan cinta ini hilang arah
Meronta-ronta mencari tempat persimpangan
Dimana muara cintaku ?
Dimana sang pencerah jalanku ?

Berikanlah hamba rasa terindah yang pernah ada
Tanpa membuatnya harus kehilangan arah
Bersama seorang insan yang engkau cinta
Dalam ikatan suci yang penuh makna


-Puisi pertama ttg cinta, 3 sma
Adita Dyah Asokawati

Minggu, 29 September 2013

Pancaran kasihnya sangatlah nyata bukan fatamorgana

Ibu...walau raga tak sanggup menggapai lembut tanganmu, aku yakin hati ini dan rasa ini sudah terlebih dahulu tiba untuk menyampaikan berjuta kasih sayang yang tulus dariku sebagai seorang anak yang belum sempurna dalam bersikap kepadamu ibu.

Ku sadari bagaimana cara untuk bersikap kepada seseorang yang memang sudah berjuang mempertaruhkan hidupnya,ketika engkau mempertaruhkan hidupmu ketika melahirkan seorang buah hati, mendengar tangisku dulu aku yakin  bahwa rasa sakit yang  benar-benar kau rasakan seketika hilang hanya dengan mendengar suara tangisku..
Ya betul suara tangis seorang insan yang pertama kalinya merasakan hidup di Bumi Allah.


Sewaktu kecil, aku benar-benar merasakan tangguhnya sikap yang engkau tunjukkan, sigapnya engkau dalam bertindak, dan cerdiknya engkau dalam mendidik. Sehingga tanpa kau sadari sesungguhnya engkau telah mencetak dan membentuk generasi-generasi penerus yang akan memperjuangkan cita-citamu dan cita-cita kita.

Sekarang aku beranjak dewasa, dan sekarang aku sudah mulai berpikir bagaimana cara untuk membalas pengorbanan yang telah engkau berikan. Aku berpikir dengan apa aku bisa membuatmu bahagia? Apa dengan sebuah kado special yang terbungkus rapi, atau dengan ucapan "Ibu aku menyayangimu?"

Apa itu cukup untuk membayar semua cinta, kasih, dan pengorbanan yang diberikan?
tidak cukup itu, tapi dengan mereka bisa menyaksikan buah hati mereka santun dalam bersikap, jujur dalam   berucap, taat dalam beribadah, dan mampu membuat bangga dirinya. Itu sudah lebih dari cukup.

Aku akan mengusahakannya ibu. Dan aku yakin aku bisa membuatmu memberikan senyuman terindah ketika melihatku hidup dengan sikap yang engkau tanamkan dahulu.
Terimakasih ibu...

"Walau ragaku saat ini tak sanggup untuk mendekapmu tapi aku yakin berjuta kasih cinta dan sayang yang aku rasakan sudah terlebih dahulu tiba didalam sanubarimu wahai IBU".

From: Adita Dyah Asokawati
To: Ibuku tercinta (Agustine)

Senin, 28 Januari 2013

Afwan beginilah kumencintaimu (catatan hati seorang akhwat) oleh asyifa wafa azizah

Pastilah ada airmata di penghujung malam, menangis mencoba tepiskan duka dalam tahajjud panjang…
Pastilah ada syair yang ditulis setiap kali mendung di hati menawan diri, mencoba bicara untuk menghapus luka yang ada…
Karena pujian orang yang buta tentang fisikku mungkin tak kupercayai, karena bisa jadi belaian mesra seorang yang cacat tak terbukti tanpa sentuhan, atau aku telah mengira orang yang mungkin kuabaikan, ternyata selalu memikirkan diriku?
Mata ini mungkin telah buta untuk memandang keindahan wujudmu, memilih ghadhul bashor untuk menjaga hati dan keimanan diri…
Jari jemari ini mungkin telah lumpuh untuk bisa menyentuh, karena sentuhan yang tak halal hanyalah menjadi lukisan dosaku dan dosamu…

Mulut ini mungkin telah membisu untuk merayu, agar ekspresi cinta yang ada tak salah diungkapkan…
Pikir ini mungkin tak mampu ditebak, karena setiap kali sosokmu terlintas atau terbayang, justru istighfar menyeru hati dalam penyesalan..

‘Afwan, beginilah kumencintaimu…
karena cintaku memang cacat dan tak sempurna, kesempurnaan kasih sayang hanya milik-Nya.
Beginilah kumencintaimu, hanya mampu menyimpan gerumuh rinduku di hati, hanya kusampaikan pula padaNya.
‘Afwan telah membuatmu merasa ragu, karena janji pastiNya yang kutunggu bukan prasangka atau nafsuku.

Aku meyakini…
Cinta sejati adalah ia yang pernah menangis menahan rindu…
Cinta sejati adalah ia yang pernah berharap namun tetap menyerahkan keputusan terbaik pada Allah

KarenaNya, kelak pilihan kutambatkan…
Dengan cinta yang jujur mengekspresikan rindu karena Allah.

Sumber:

http://www.dakwatuna.com/2012/12/26016/afwan-beginilahkumencintaimu/#ixzz2GcLi4KRA