Hari ini aku baru saja menonton
sebuah film rekomendasi teman saya yang berjudul ‘silenced’ film ini
diangkat dari kisah nyata di korea selatan mengenai tindak kejahatan berupa
asusila kepada anak-anak di bawah umur. Hal yang paling membuat menyayat hati tindakan
asusila ini dilakukan kepada anak-anak yang mengalami tuna rungu dan tuna
wicara (tidak bisa mendengar dan tidak bisa berbicara). Dan dalam film tersebut juga mengisahkan tentang murahnya nilai keadilan, para penegak hukum dapat disuap dengan uang sehingga kasus tersebut hingga tahun 2011 masih
diperjuangkan. Sebagai seorang perempuan hati saya merasa tercabik-cabik
bagaimana bisa seorang manusia memperlakukan manusia lainnya dengan cara yang
tidak manusiawi. Seorang anak yang masih memiliki perjalanan hidup yang panjang
dirusak oleh orang-orang tak bermoral yang menuhankan hawa nafsu mereka.
Kejadian seperti ini bukan hanya terjadi di korea selatan. Bahkan di negeri
kita sendiri sudah mulai banyak bermunculan pedofil-pedofil yang mulai
mengancam kehidupan anak-anak.
Dalam lamunan saya terkadang saya
berfikir, sekarang saya hidup di zaman yang tantangannya sangat berat.
Bagaimana anak saya nanti menghadapi kehidupannya. Itu beberapa kehawatiran
yang dialami oleh saya sebagai seseorang yang nantinya akan mendidik anak. Tak
banyak yang bisa aku lakukan sekarang kecuali ikut partisipatif dalam
menandatangani petisi-petisi yang akan diperjuangkan oleh organisasi-organisasi
sosial. Misalnya change.org Organisasi sosial ini biasanya mengangkat
isu-isu yang berkaitan dengan hak asasi manusia.
Inilah
kenyataan hidup
Terkadang
bisa membuat mulut kita menganga tanpa sadar
Takjub
Tak
percaya
Heran
Inilah kenyataan hidup
Bisa
membuat kita mengatakan
Masa
iya?
Yang
bener aja?
Berani
banget?
Gak
punya hati!!!
Gak
punya otak!!!
Inilah
hidup
Yang
akan terus berjalan
Walau
kau tertidur karena merasa lelah
Sentul,
20 Desember 2014
22.17
By.
Aku yang akan menjadi seorang ibu