Rabu, 23 April 2014

when 22 april 2014 :) :) :)


Berhubung saya sedang belajar sedikit demi sedikit utuk mengurangi dan menghilangkan kebiasaan buruk saya dalam menunda menulis, sekarang saya akan sedikit bercerita tentang kisah indah yang telah dicatatkan Allah diatas lembaran takdir hidup saya dengan menggunakan tinta kebahagiaan dan kedamaian yang harus saya syukuri.
Tepatnya kemarin pada tanggal 22 April 2014 saya melakukan interview young on top campus ambassador (YOTCA) di Intiland Tower, lebih tepatnya lagi di London School. Pada awalnya saya tidak tahu bahwa Young On Top memiliki mentorship program, kegiatan positif seperti ini sangat jarang sekali apalagi jika yang menjadi mentor kita adalah orang-orang luar biasa, yang memiliki keahlian di bidang masing-masing. Berawal dari informasi yang diberikan oleh sepupu saya tercinta Dwi Nanda Eryantie, ia merekomendasikan saya untuk mengikuti kegiatan ini, karena banyak hal positif yang bisa aku dapatkan disana. Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti seleksi ini dan mereview buku young on top new edition dan mengumpulkan persyaratan serta pendaftaran tersebut 15 sampai 20 menit sebelum pendaftarannya semuanya ditutup.
Alhamdulillah dengan karunia Allah SWT, saya lolos ke tahap interview.
Dalam web à (http://www.youngontop.com/notes/pendaftaran-yotca-batch-5-zpvi7njw) dituliskan bahwa hal-hal yang akan kita dapatkan ketika bergabung ke yotca adalah:
·        Belajar disiplin dan bertanggung jawab.
·        Belajar memimpin, teamwork, mengambil keputusan, membuat event, public speaking/presentasi, dll
·        Mengenali diri (passion), membuat CV, menghadapi interview, dll.
·        Membiasakan diri untuk memiliki karakter #Learn&Share dengan membuat semua tugas yang diberikan.
·        Mengenal para mentor dan network yang dimiliki oleh para mentor.

Melihat betapa bermanfaatnya hal yang akan didapatkan bagi siapa saja yang lolos membuat saya tertarik untuk serius mengikuti program ini karena program mentorship ini akan berjalan selama satu tahun. Tapi saya berfikir lebih dari hal itu yang akan saya dapatkan. Saya akan bertemu dengan orang banyak, saya akan masuk kedalam berbagai lingkungan, sehingga saya dapat banyak belajar dan mengambil pelajaran dari setiap kegiatan, lingkungan, dan orang-orang yang saya temui.
Sejujurnya alasan mengapa saya ikut YOTCA adalah karena saya adalah orang yang kurang percaya diri, gugup jika bicara di depan banyak orang, dan kaku ketika mengungkapkan gagasan. Terlalu banyak berfikir takut hal ini dan itu terjadi. Makanya lagkah saya semakin mantap untuk menumbuhkan karakter yang jauh lebih baik dalam diri saya untuk gabung di YOTCA.

Oke sekarang saya akan bercerita tentang perjalanan luar biasa pada  tanggal 22 April 2014. Sehari sebelumnya pada tanggal 21 April 2014 ada sebuah nomor kantor menghubungi saya tetapi berhubung saya sedang mengendarai motor jadi tidak terangkat. Selanjutnya saya pegang hp berharap nomor tadi menghubungi karena saya khawatir berita yang akan disampaikan oleh orang yang menelpon sangat penting. Setelah saya tunggu tak ada lagi panggilan itu. Dan saya memutuskan untuk pulang ternyata ketika sedang mengendarai motor lagi nomor tersebut ternyata menghubungi lagi tapi tidak kedengeran alhasil saya tidak menangkat telpon itu lagi.

Besoknya, 22 April 2014.
Setiap pagi walaupun nggak ada kuliah saya biasanya diem di perpustakaan kampus soalnya tempatnya nyaman. Jam 8 pagi sambil menunggu SDS saya online disana. Seperti biasa membuka tumblr, twitter, dan banyak lagi. Tetapi saya tidak mengecek email masuk saya. Sekitar jam 10 siang saya baru sempat membuka email masuk. Mata saya tertuju pada email yang memiliki subjek “JADWAL INTERVIEW YOTCA BATCH 5”. Saya buku-buru buka email itu dan muncul tulisan ini:

Dear Calon YOT Campus Ambassador Batch 5,
SELAMAT !!
Anda terpilih untuk interview dengan para mentor sebagai calon Young On Top Campus Ambassador (YOTCA) Batch 5.
(QS: Ibrahim Ayat:7)
Untuk itu berikut saya berikan jadwal interview yang dapat di pilih:

Alhamdulillah dari sana banyak banget mentor-mentor yang bisa dipilih ada mas Billy Boen, Mas Jonathan, Mba Bunga, Mas Ricky, Mba Eva, dan masih ada beberapa lagi. Tetapi saya memutuskan untuk interview dengan Mas Taufan Akbari. Beliau ini orangnya sangat bersahabat, membuat kita nyaman untuk mengungkapkan apa yang kita fikirkan dan diskusi tentang ide-ide baru. Nggak salah aku pilih hari itu untuk langsung interview. Tepatnya jadwal interviewnya pukul 17.00 di Intiland Tower London School.
Dengan keyakinan saya berangkat dengan menggunakan kereta api dari Bogor sekitar jam 13.32 di dalam kereta ketika sudah sampai stasiun pondok cina kalau tidak salah ada mbak-mbak naik bersama temannya dan berdiri disamping saya.
“Mba kalau mau ke alamat ini gimana ya?”Tanya saya.
“Jadi kamu kesini, kesini, turun disana , naik ini, berhenti disana……”jawabnya
“Oh gitu mba, makasih banyak.”jawabku.
Karena jarak diantara kami sangat dekat, mba yang tadi bicara ke temennya tak sengaja saya mendengar.
“Saya khawatir kalau dia tersesat, ya udah kebetulan saya mau ke GI saya antar dia kesana.”
Lalu mba itu menawarkan karena dia katanya cukup tau gedung itu.
Akhirnya saya setuju, dan ikut dengan mba tadi. Ketika sampai stasiun sudirman karena hujan kita menggunakan taksi untuk sampai disana. Tapi karena kita (pa supir, mba tadi, saya) sama-sama nggak tau lokasinya kita keliling-keliling cari Intiland Tower. Sampai akhirnya argonya cukup mahal. Ketika sampai di Intiland tower mba itu sangat baik sekali, ia mengantarkan saya ke London School tepatnya di lantai 6 untuk memastikan saya sampai tepat waktu dan selamat. Ketika sudah sampai di tempat interview sebenarnya saya sudah menyiapkan uang untuk membayar taksi itu, ketika saya berikan mba itu menolak dan berkata “saya tulus bantu kamu”. Masya Allah saya sudah kejar dia untuk memberikan uangnya tetapi mba itu tetap menolak. Dia baik sekali  padahal mba itu seorang non-muslim.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS Ar Rahman)

Disana saya bertemu sahabat baru yakni empat wanita luar biasa yang sama-sama interview pada hari itu, ada Renaya dari IPB, Ayu dari Binus, Innaka dari YAI, dan Galih dari IPB juga. Mereka orang-orang yang inspiratif dan baik. Kebetulan ada anak IPB, alhamdulillah saya dapet teman pulang.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS Ar Rahman)

Setelah itu saya mulai wawancara dan untuk pertama kalinya bertemu dengan Mas Taufan Akbari. Dia memberikan banyak pelajaran, dan berbagi pengalaman hidup dan nilai-nilai hidup. Bertemu dengan orang-orang yang tak pernah kita duga dan menjalin ukhuwah. Hal itu merupakan harta yang tak ternilai harganya.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS Ar Rahman)

Selesai interview dan shalat maghrib sekitar jam 7 malam darisana kita memutuskan pulang menggunakan kereta. Membeli tiket busway dari terminal karet, melihat kondisi yang semrawut dan rebutan, saya ngak yakin bisa sampai di Bogor cepat. Akhirnya kita memutuskan untuk menggunakan taksi menuju stasiun. Ketika menunggu taksi ada seorang ibu yang juga sedang menunggu taksi.
“Ibu kalau mau ke bogor sasiun paling dekat dimana ya?” Tanya saya.
“Oh saya juga mau ke bogor tapi harus ke MNC dulu, bareng saya aja naik taksinya.”
Apa boleh buat karena sudah jam setengah delapan lebih saya masih di Jakarta, saya yakin tidak akan mendapatkan transportasi menuju sentul. Akhirnya kita semua setuju.
Dibelakang saya, Rena, dan Galih sudah menyiapkan uang untuk membayar taksi itu. Pas turun dan ditunjukkan stasiun gondangdia. Ibu itu lagi-lagi menolak uang dari kami semua. Akhirnya kami mendapatkan rezeki yang tak terduga lagi. Alhamdulillah.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS Ar Rahman)

Sampai di dalam kereta saya dan Rena masih bisa duduk dibawah karena tidak mendapatkan tempat duduk. Tapi cukup nyaman untuk melepas lelah. Dan akhirnya di Stasiun Bojong kita bisa mendapatkan tempat duduk sampai bogor. Lumayan 2 stasiun.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS Ar Rahman)

Sampai di Bogor jam 10 atau setengah sebelas malam, di Botani sudah tidak ada AO. Akhirnya menggunakan taksi, dan pulang sampai rumah dengan selamat. Alhamdulillah

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS Ar Rahman)

Nice journey semoga perjalanan ini semakin mendekatkan dan menambahkan rasa cinta saya kepada Allah SWT. Janjinya begitu nyata dalam Al Qur’an surat At-Thalaaq: 2-3: “…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada diduga-duga…”

Setelah itu saya berfikir bahwa saya harus jauh jauh jauh lebih bersyukur, karena rezeki yang Allah berikan kepada saya tak datang dari bentuk materi tetapi rezeki saya ada pada kepekaan orang lain terhadap urusan saya, dan kebaikan mereka kepada saya. Alhamdulillah....

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Wallahu’alam
Disini saya hanya berbagi atas pengalaman yang saya dapatkan, semoga Allah meluruskan niat saya hanya untuk berbagi tanpa ada unsur lain didalamnya.